Rabu, 13 Juli 2016

Beberapa Tokoh Pembaru Yang Terkenal Di Mesir



                   Beberapa Tokoh Pembaru Yang Terkenal Di Mesir
1.      Ali Pasya Muhammad
            Ali Pasya Muhammad adalah seorang tokoh pembaru di Mesir yang berasal dari keturunan Turki , lahir di Kwal Yunani , pada tahun 1765 dan meninggal di mesir pada tahun  1849. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu .Orang tuanya bekerja sebagai penjual rokok eceran .Karena keterbatasan ekonomi ia tidak memperoleh kesempatan sekolah sehingga ia tidak pandai membaca dan menulis .[1][2]( eksiklopedi)
            Setelah dewasa ia bekerja sebagai pemungut pajak karena kemampuanya dan kecakapanya Gubernur Usmani jatuh hati kepadanya dan menjadikanya sebagai menantunya. Selanjutnya ia masuk ke dinas kemileteran dalam bidang tersebut, ia menunjukan kecakapanya, sehingga dalam waktu singkat pangkatnya naik menjadi perwira.
            Ketika Napoleon Bona Parte menyerang Mesir   ia dikirim ke Mesir sebagai wakil perwira yang mengepalai pasukan dari daerahnya. Dalam perlawanan tersebut ia menunjukan keberanianya sehingga ia di angkat sebagai seorang colonel. Tahun 1801  ketika tentara Prancis keluar dari  Mesir  rakyat Mesir menaruh simpati yang besar pada Ali Pasya karena sukses membebaskan Mesir dari tentara Napoleon. Tahun 1850  MAli mendapat pengakuan sebagai penguasa Mesir oleh Sultan Usmani. Ali Pasya juga disebut sebagai orang pertama yang meletakkan landasan kebangkitan modern Mesir, bahkan ia disebut sebagai bapak pembanguna modern.[2][3]
2.      Rifa’ah Badawi at-Tahtawi
            Rifa’ah Badawi at-Tahtawi lahir di Tahta tahun 1801. Sejak kecil ia sudah dipaksa belajar dengan bantuan keluarga dari ibunya. Pada usia 16 tahun ia belajar di al-Azhar. Kemudian ia  melanjutkan studi di Perancis. Dalam perjalanan ke Paris ia belajar bahasa Perancis. Selama 5 tahun belajar di Paris ia telah menerjemahkan 12 buku dan risalah.[3][4]
            Sekembalinya di Kairo ia diangkat sebagai guru bahasa Perancis dan penerjemah di sekolah Kedokteran. Pada tahun 1836 didirikan “Sekolah Penerjemahan” yang kemudian diubah namanya menjadi “Sekolah Bahasa-bahasa Asing”. Bahasa yang diajarkan adalah Arab, Perancis, Turki, Itali, dan juga ilmu-ilmu teknik, sejarah, serta ilmu bumi. Salah satu jalan kesejahteraan menurut Al-Tahtawi adalah berpegang teguh pada agama dan akhlak (budi pekerti) untuk itu pendidikan merupakan suatu hal yang penting.[4][5]
            At-Tahtawi juga pernah menjadi pimpinan surat kabar Al-Waqa’i al-Mishriyah. Selain memuat berita-berita resmi ia juga memuat pengetahuan tentang kemajuan barat. Di salah satu karangannya ia menerangkan tentang teori-teori demokrasi.[5][6]
3.      Jamaluddin al-Afghani
            Jamaluddin al-Afghani lahir di Asadabadi, Afghanistan pada tahun 1839 dan meninggal di Istanbul pada tahun 1897 M. Ia adalah seorang tokoh pemimpin politik sekaligus sebagai pembaru. Jamaluddin al-Afghani semasa hidupnya sering berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Pada usia 22 tahun ia menjadi pembantu Pangeran Dos Muhammad Khan di Afghanistan.Jamaluddin ke Mesir pada tahun 1871. Ia tinggal di Mesir selama delapan tahun, namun meskipun hanya sementara di sana, pengaruhnya di Mesir sangatlah besar.
4.      Muhammad Abduh
            Muhammad Abduh lahir di suatu desa di Mesir,  Hlir pada tahun 1849, namun adapula yang mengatakan ia lahir sebelum tahun itu. Ayahnya bernama Abdullah Hasan Khairullah berasal dari Turki yang lama Tinggal di Mesir. Muhammad Abduh adalah seorang yang cerdas, akan tetapi pada awalnya ia tidak terlalu bersemangat dalam menuntut ilmu. Kemudian ia belajar bersama Syekh Darwisy, bersamanya Abduh menjadi semangat membaca, karena Syekh Darwisy sering mengajak Abduh untuk membaca bersama.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar